Para peneliti di Jepang berhasil memecahkan rekor dunia dalam kecepatan transmisi data
internet.
Tim dari Institut Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional Jepang
(NICT) mencatat kecepatan fantastis 1,02 Petabit per detik (Pbps), atau setara dengan
1,02 juta Gigabit per detik (Gbps).
Kecepatan ini dicapai dalam pengujian transmisi data sepanjang 1.123 mil (sekitar
1.808 kilometer). Pencapaian ini menempatkan Jepang di garis terdepan inovasi internet
global.
Sebagai perbandingan, kecepatan 1,02 Pbps ini jauh melampaui rata-rata
kecepatan internet di Islandia, yang saat ini dikenal sebagai negara dengan internet
tercepat di dunia, yaitu sekitar 280 Mbps.
Kecepatan yang dicapai NICT Jepang
ini 3,64 juta kali lebih cepat dari kecepatan rata-rata di Islandia. Angka ini juga
sangat kontras dengan rata-rata kecepatan internet di Indonesia yang berada di kisaran
19,5 Mbps.
Gambarannya, dengan kecepatan transmisi data sebesar 1,02 Pbps, mengunduh seluruh
koleksi film di platform streaming seperti Netflix, puluhan gim berukuran besar, atau
jutaan lagu dapat diselesaikan dalam hitungan detik.
Kecepatan luar biasa ini
diperoleh melalui penerapan teknologi multiplexing pembagian panjang gelombang
canggih.
Para peneliti menggunakan kabel serat optik khusus dengan banyak inti yang
memungkinkan pengiriman data melalui berbagai saluran cahaya secara bersamaan.
Metode
ini tidak hanya meningkatkan kecepatan transmisi secara drastis tetapi juga menjaga
stabilitas sinyal pada jarak yang sangat jauh.
Perlu dicatat kecepatan ini
merupakan hasil uji coba laboratorium dan belum tersedia secara komersial untuk
masyarakat umum.
Jika teknologi ini berhasil diterapkan secara luas di masa mendatang, dampaknya akan
sangat transformatif.
Sektor-sektor vital seperti ekonomi, pendidikan dan
kesehatan diperkirakan akan mengalami lompatan besar.
Dalam bidang hiburan,
konsep streaming video akan berevolusi, memungkinkan streaming konten berkualitas 8K
atau bahkan lebih tinggi tanpa buffering.
Bagi dunia bisnis, kecepatan internet
ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas, serta mempermudah akses
ke pasar global.



