Semua izin sudah kami kantongi.
Semua prosedur sudah kami tempuh.
Semua
instansi sudah memberi restu.
Namun, dua hari sebelum hari pelaksanaan —
lapangan yang telah kami bangun
dikunci.
Tanpa pemberitahuan resmi.
Tanpa dasar hukum yang jelas.
Panggung sudah berdiri. Kru sudah bekerja. Tiket sudah terjual.
Tapi kenyataan di
lapangan berkata lain:
akses ditutup, seolah kerja keras ratusan anak muda tidak
berarti apa-apa.
Kami memilih diam bukan karena lemah,
tapi karena kami tahu — kebenaran tidak
perlu dibentak, cukup ditunjukkan dengan bukti.
Kami memiliki semuanya:
Surat izin resmi dari Dispora Aceh,
Perjanjian kerja sama tertulis,
Bukti transfer retribusi yang diarahkan ke rekening dinas, bukan kas daerah.
Kami tidak menyalahkan siapa pun.
Kami hanya menolak untuk diperlakukan tidak
adil.
Demi menjaga marwah, keselamatan, dan kehormatan semua pihak,
Panggung Sumpah
Pemuda 2025 kami tunda.
Kami akan kembali —
dengan semangat yang lebih besar,
dan dengan dukungan
kalian yang percaya bahwa
kebenaran tidak bisa dikunci.
Inilah CAPTION atau Tulisan di Instagram Steffi Burase selaku Pelaksana Kegiatan
Panggung Sumpah Pemuda 2025.
Rencana Event ini memang akan menghadirkan Slank dan
D’Masiv yang direncanakan dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa.
Menurut
Pelaksana Kegiatan Lokasi Digembok oleh Pihak yang tidak diketahui siapa, tapi sampai
saat ini Kronika Masih mencoba menghubungi Pihak EO, Pihak Pengelola SHB



